Boleh Takut, Tapi Jangan Menyerah!

JawaPos.com – Mantan pebulu tangkis putri Indonesia Liliyana Natsir menuturkan bahwa munculnya perasaan takut saat menghadapi musuh yang lebih superior sangatlah lumrah. Namun, bukan berarti para atlet yang berada di situasi tersebut boleh menyerah begitu saja.

Butet menyampaikan hal tersebut di hadapan para atlet e-Sports di bootcamp Piala Presiden e-Sports 2019, Rabu (27/3). Butet menjelaskan, rasa takut dan grogi dalam kompetisi game tentunya tidak berbeda jauh dengan pengalamannya saat masih menjadi penepok bulu angsa.

Menurut Butet, rasa takut itu bisa dikalahkan dengan persiapan diri yang matang. Inilah yang ia lakukan setiap kali hendak bersemuka dengan lawan-lawan kuat di lapangan.

“Kalau di bulu tangkis, pemain Tiongkok itu jago banget. Memang di atas kertas mereka tinggi skill-nya, tetapi di lapangan bisa beda. Kalau persiapan kita bagus, ya kita jadi percaya diri,” tutur Butet.

Menurut Butet, selain berlatih dengan baik, mempelajari kelebihan dan kelemahan lawan maupun diri sendiri juga bisa menjadi bentuk persiapan yang manjur. “Kita lewat nonton video, lihat apa saja kelemahan kita. Yang jelas kalau persiapannya bagus, percaya diri pasti akan tinggi,” tambah peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu.

Butet menambahkan, baginya wajar jika seorang atlet takut melawan pemain yang secara kemampuan yang lebih baik. Namun, rasa takut itu tidak boleh berlanjut terlalu lama. “Takut boleh, tapi jangan menyerah. Jangan pikirkan hasil dulu, tapi berusaha maksimal dulu,” katanya.

Butet sendiri dihadirkan di bootcamp Piala Presiden e-Sports 2019 sebagai motivator para tim yang sebentar lagi akan melakoni babak grand final. Grand final Piala Presiden e-Sports 2019 sendiri akan berlangsung pada 30-31 Maret di Istora Senayan.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Bintang Rahmat