Bonus Rumah untuk Peraih Medali Emas Asian Games Ternyata Belum Ada

JawaPos.com – Deputi III Bidang Pembudayaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Raden Isnanta membenarkan bahwa para atlet peraih medali emas Asian Games 2018 belum mendapatkan bonus rumah seperti yang dijanjikan pemerintah. Janji tersebut belum bisa terealisasi karena hingga saat ini pemerintah belum menemukan lahan untuk pembangunan rumah-rumah tersebut. 

Seperti diketahui, pemerintah menjanjikan tiga hal kepada para atlet yang meraih medali emas di Asian Games 2018. Tiga bonus tersebut adalah uang Rp 1,5 miliar, status Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan sebuah rumah. Dari tiga bonus tersebut, baru uang tunai Rp 1,5 miliar yang diterima para atlet. 

Belum ditepatinya pengukuhan status PNS dan rumah pun sudah membuat beberapa atlet bertanya-tanya. Atlet pencak silat putra Hanifan Yudani Kusumah adalah salah satunya.

Menyikapi hal tersebut, Isnanta menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) serta beberapa Pemerintah Daerah (Pemda). Kemenpora, kata Isnanta, saat ini masih mencari lahan yang tepat untuk pembangunan rumah-rumah tersebut. 

“Nanti ada pertemuan dengan dinas-dinas di pemerintah kabupaten dan kota, barangkali ada yang harus mengibahkan tanahnya untuk pembangunan rumah untuk para atlet. Nanti data-data tanahnya akan kita kirim ke KemenPUPR untuk segera dibuatkan rumah,” papar Isnanta, Selasa (12/2).

Isnanta kembali menjelaskan, dalam regulasi yang tertulis, rumah-rumah tersebut hanya bisa dibangun oleh KemenPUPR di atas tanah milik negara dan bukan di atas tanah milik pribadi.

“Yang membangun adalah PUPR, tapi tanah harus disediakan oleh pemerintah, entah Pemda atau Pemrov, dan tak boleh rumah pribadi. Yang ingin kita ketahui sekarang adalah apakah ada Pemda yang ingin memberikan bidang tanahnya minimal 90 meter,” tutup Isnanta.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi