Gelar Munas, Porkemi Upayakan Cetak Atlet Berprestasi International

JawaPos.com – Persatuan Olahraga Kempo Indonesia (Porkemi) menggelar Musyawarah Nasional pertama, Sabtu (23/2). Kegiatan yang diikuti sebanyak 22 Pengurus Provinsi (Pengprov) tersebut berlangsung di Merchantile Athletic Club, World Trade Center 1, Sudirman, Jakarta.

Sutji Setiawan selaku Ketua Panpel Munas 1 menyatakan, ada beberapa pembahasan. Mulai penyempurnaan AD/ART, penyusunan kepengurusan, rancangan kerja jangka pendek-panjang, hingga penentuan dari sport silabus yang berkiblat ke International Kempo Association (IKA).

“Selain itu, kami rencanakan gelar kejuaraan pada Juni yang berlangsung di Bandung,” ujarnya saat diwawancarai Jawa Pos.

Mulyani Sasana, Bendahara Umum Porkemi DKI menuturkan, organisasi tersebut sangat bagus karena mengacu pada kepentingan negara. Artinya, mengutamakan prestasi. “Karena Porkemi itu tujuan utamanya prestasi atlet itu sendiri. Jadi tidak sebatas regional dan nasional. Tapi, harus bisa melampaui internasional seperti mulitievent SEA Games,” paparnya.

Selama ini, sambungnya, kempo di bawah naungan Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) tidak bisa mewadahi itu. Sebab, Porkemi bernaung di World Shorinji Kempo Organization (WSKO) dan tidak tergabung dalam International Olympic Committee (IOC). Hal itu yang menyebabkan kempo tidak dipertandingkan pada ajang multievent.

Mulyani menuturkan, sebagai atlet, pelatih, hingga pemilik graha tentunya memiliki keinginan agar anak didik bisa mencapai prestasi di level dunia dengan mengharumkan nama bangsa. DKI sendiri dikatakannya baru bergabung pada Desember 2018. Mengenai tujuan ke depan, dia mengaku bakal melakukan pendidikan. Pihaknya tidak ingin mengambil ikan di pasar.

“Kami harus mancing sendiri dengan mengadakan promo dan pelatihan khusus ke masyarakat. Ini loh yang namanya Perkemi. Nanti ada pendidikan berjenjang,” ucapnya.

Dari situ, pihaknya berharap bisa melahirkan sendiri atlet berprestasi di masa mendatang.
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Hellen Sarlita menyatakan, Porkemi harus mempunyai program-program kerja demi bidang prestasi cabang kempo di Indonesia.

Ya, cabang kempo memang kurang dipertandingkan dalam ajang multi-cabang internasional. Oleh sebab itu, dia berharap pengurus Porkemi dapat mengantarkan cabang itu ke ajang dunia dengan menggelar kejuaraan internasional di Indonesia.

“Kami sangat berharap ini akan membawa dampak yang sangat positif demi untuk kepentingan prestasi Indonesia di multievent internasional,” bebernya.

Ketum Porkemi Yulianto Maris menuturkan, sebelumnya, pihaknya sudah mendesak Perkemi agar kempo di Jepang untuk membentuk sebuah organisasi olahraga. “Tapi mereka keukeuh dan tetap berpendirian kalau Shorinji Kempo di Jepang itu dalam WSKO. WSKO itu organisasi kebudayaan. Jadi itu tidak memenuhi syarat untuk ikut dalan pertandingan multievent tadi,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya pindah ke Porkemi untuk ikut dalam perubahan. Dia menyebut kalau mayoritas pengurus Porkemi merupakan bagian dari Perkemi. “Ada pengunduruan diri sebagai anggota Perkemi. Sebagian hijrah dan melebur ke Porkemi,” katanya.

Ke depan, dia mengaku akan memulai generasi dari bawah. Mulai dari SD-SMA untuk mewakili di ajang kejuaraan dunia. “Seperti kata Bu Helen, lalau KOI kalau butuh organisasi olahraga yang bisa ikut di kejuaran multi event. Kalau Perkemi tidak ada wadah organisasi internasionalnya,” ujarnya.

Timbul Thomas Lubis selaku Ketua Dewan Pertimbangan Porkemi menambahkan, munas yang digelar itu akan menjadi titik balik bagi pengurus untuk menyusun program kerja. Phaknya akan melakukan lobi hingga IOC di Swiss agar cabang kempo diakui secara internasional.

Selain itu, Timbul menyebut kalau pihaknya akan mendirikan asosiasi olahraga kempo Asia Tenggara dan tingkat Asia setelah mengunjungi IKA. “Kami ingin melakukan reformasi di sana. Sehingga kempo dapat menjadi cabang yang mengacu pada IOC,” tegasnya.

Timbul menambahkan asosiasi kempo di Asia Tenggara sudah ada pada sembilan negara dari 11 negara ASEAN. Dimana, dua negara yabg belum ada adalah Thailand dan Filipina. (raf)

Daftar Pengprov yang Hadir:
1. Aceh
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Barat
4. Sumatera Selatan
5. Riau
6. Kepulauan Riau
7. Jambi
8. Lampung
9. Banten
10. DKI Jakarta
11. Jawa Barat
12. Jawa Tengah
13. Jawa Timur
14. Bali
15. Nusa Tenggara Barat
16. Nusa Tenggara Timur
17. Kalimantan Tengah
18. Kalimantan Timur
19. Sulawesi Tengah
20. Sulawesi Tenggara
21. Papua
22. Daerah Istimewa Jogjakarta

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : Rizky Ahmad Fauzi