IeSPL Tidak Permasalahkan Game FPS Dipertandingkan di Liga

JawaPos.com – Presiden Indonesia e-Sports Premiere League (IeSPL) Giring Ganesha mengaku akan tetap mempertandingkan game bergenre FPS (first person shooter) dalam kompetisi reguler IeSPL nanti. Menurut Giring, tidak ada regulasi apapun yang melarang sebuah penyelenggara event mempertandingkan game FPS.

Untuk diketahui, game FPS seperti Counter Strike GO (CSGO) dan PlayerUnknown’s BattleGround (PUBG) tidak dikategorikan ke dalam cabang e-Sports yang diakui oleh negara lantaran mengandung unsur kekerasan yang nyaris mendekati realita. Cabang ini juga tidak ikut dipertandingkan di SEA Games 2019 mendatang.

Giring pun mengakui bahwa untuk menjadi konsumsi publik, game FPS memang tidak aman. Namun, karena tidak ada larangan mempertandingkan game FPS di dalam liga, Giring mengaku akan tetap menyelenggarakan game bergenre tersebut.

“Menurut saya permasalahan mana game yang terbilang aman atau nggak lbisa dilihat dari bisa masuk TV atau tidak. Game kayak CSGO itu nggak bisa masuk TV. Kalau Mobile Legends dan AOV bisa masuk. Hal ini dilihat dalam kacamata kekerasannya. Tapi sampai sekarang kan regulasinya belum ada, ya tetap kita pertandingkan untuk di liga,” tutur Giring, Rabu (13/3).

Kendati demikian, Giring tetap akan berpatokan pada regulasi e-Sports yang nantinya akan dibuat. Jika pada peraturan tersebut game FPS yang sifatnya realistis dilarang, dia akan mempertimbangkan untuk menggantinya dengan game yang yang agak lebih aman seperti Fortnite. 

“Kalau nantinya ada regulasi dari pemerintah ya tentunya nggak (mempertandingkan game FPS, Red). Nanti kita tanyakan dulu, alasan logis kekerasannya di mana. Atau bisa nggak dimainkan pada malam hari ketika anak-anak sudah tidur,” imbuhnya. 

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Bintang Rahmat