Jadi Juara Piala Dunia Angkat Berat, Eko Yuli Tidak Puas

JawaPos.com – Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan mengakui bahwa medali emas yang ia raih di Piala Dunia Angkat Berat 2019 di Fuzhou, Tiongkok, Sabtu (23/2) malam kemarin merupakan hasil dari persiapan seadanya. Meski menjadi juara, Eko tidak puas dengan hasil angkatannya.

Dihubungi pada Minggu (24/2), Eko yang merupakan spesialis angkatan kelas 61 kg itu menuturkan bahwa total angkatan 297 kg dari 136 kg snatch dan 161 kg clean and jerk yang ia buat bukanlah hasil maksimal. Pasalnya, Eko pernah membuat angkatan seberat 317 kg di Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2018 lalu dengan rincian 143 kg snatch dan 174 clean and jerk.

Saat masih berkutat di kelas 62 kg, Eko juga pernah membuat angkatan seberat 311 kg di Asian Games 2018, sekaligus membuatnya mengalungkan medali emas. Mengacu pada dua hasil positif tersebut, bisa dimaklumi jika Eko kecewa dengan hasil angkatannya di Piala Dunia. 

“Itu karena persiapannya yang baru dua bulan ini, jadi masih belum matang sebenarnya buat bertanding,” kata Eko.

Beruntung, musuh-musuh Eko di ajang Piala Dunia Angkat Berat 2019 rupanya juga memiliki kendala yang sama. Mereka hanya berlatih sekadarnya saja lantaran waktu yang sedikit.

“Sebagian besar lawan yang kemarin punya masalah yang sama di negaranya. Akhirnya saya maksimalkan angkat meski belum stabil seperti waktu Asian Games 2018, tapi tetap bersyukur bisa mengumandangkan Indonesia Raya,” paparnya.

Eko menjadi juara setelah mengalahkan lifter Vietnam Thach Kim Tuan yang meraih posisi kedua dengan total angkatan 295 kg. Medali perunggu diraih oleh lifter Tiongkok Wang Hao yang mendapatkan total angkatan 286 kg.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi