Jangan Coba-coba Korupsi di KONI Jatim!

JawaPos.com – KONI Jawa Timur (Jatim) menggandeng Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi terkait upaya pencegahan korupsi. KONI Jatim juga menandatangani pakta integritas dengan KONI daerah lain.

Nota kesepahaman dengan KAD Anti Korupsi, serta penandatanganan pakta integritas dilakukan dihadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada saat Rapat Anggota KONI Jatim di Surabaya, Rabu (20/3) sore.

“Kami ingin mencapai prestasi tertinggi tanpa ada dampak masalah hukum. Tanpa ada masalah terkait korupsi dan sebagainya. Kami ingin mencapai puncak prestasi tanpa masalah-masalah itu,” jelas Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung.

Erlangga menjelaskan, selama ini tidak ada aturan yang mengikat secara langsung terhadap dana hibah yang diterima oleh KONI Jatim. Belum ada regulasi yang mengatur cara membelanjakan dana hibah tersebut. Ini yang membuatnya menjadi sangat rawan

“KONI Jatim ingin sangat clean and clear dalam membina olahraga. Tidak hanya soal prestasi, tetapi juga administrasi,” tegas Erlangga.

Selain KAD Anti Korupsi, KONI Jatim juga menggandeng Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (KPPK) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Giri Supraptiono juga ikut dihadirkan sebagai pembicara pada Rapat Anggota KONI Jatim. Giri menjelaskan bahwa insan olahraga Jatim harus benar-benar hati-hati dalam mengelola keuangan.

Sebab, selama ini banyak kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang terjadi di Jatim. Giri berharap, para pemangku kebijakan, khususnya olahraga tidak melakukan sekecil apa pun. Termasuk kesalahan administrasi. “Jangan coba-coba melakukan suap, korupsi, gratifikasi dan kesalahan administrasi,” pinta Giri.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Muhammad Syafaruddin