Jelang Kejuaraan Asia 2019, Power Eko Yuli Masih Harus Ditingkatkan

JawaPos.com – Pelatih tim nasional angkat berat Indonesia Dirja Wihardja menilai meski berhasil meraih emas di Piala Dunia Angkat Berat 2019, performa Eko Yuli Irawan masih belum maksimal. Eko masih harus meningkatkan kekuatannya agar bisa unjuk gigi di Kejuaraan Asia 2019.

Dirja menuturkan, meski meraih medali emas setelah menang dalam jumlah total angkatan, namun angkatan snatch dan clean and jerk Eko bukanlah yang terbaik di turnamen kemarin.

Meraih total angkatan 297 kg, Eko hanya sanggup membuat angkatan snatch 136 kg. Angkatan tersebut masih kalah dari angkatan pemain Tiongkok Li Fabin yang sukses mengangkat 141 kg. Sementara angkatan clean and jerk Eko hanya 161 kg, kalah dari pemain Korea Utara Om Yun Cho.

“Memang sebagai pelatih kita mempesiapkan atlet agar meraih medali emas dan kedua angkatannya juga yang terbaik. Eko memang masih harus ditingkatkan lagi, terutama dari sisi power-nya,” kata Dirja, Selasa (26/2).

Meski demikian, Dirja mengatakan bahwa ada kalanya pihaknya juga menerapkan strategi lain, yakni hanya fokus pada total angkatan. “Kita juga punya strategi lain, snatch dan clean and jerk-nya nggak nomor satu, tapi secara angkatan total menang. Kalau musuh-musuh kita total angkatannya misal 250 kg. Lalu kita minta Eko sampe 251 kg saja sudah cukup untuk raih emas,” tutupnya.

Eko akan mengikuti di Kejuaraan Asia Angkat Berat 2019 yang akan berlangsung di Ningbao, Tiongkok. Turnamen tersebut akan berlangsung pada 18-28 April.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi