Karir Kurang Bersinar, Mantan Atlet Ini Malah Sukses jadi Enterpreneur

JawaPos.com – Fanny Andyanto adalah contoh enterpreneur alias wirausahawan sukses di dunia olahraga. Ia menggeluti bisnis di bidang panahan yang notabene merupakan cabang yang ia geluti semasa masih menjadi atlet. Dimulai dari membuka toko yang menjual peralatan panahan, kini Fany sudah memiliki klub yang tersebar di pelbagai daerah.

Semasa masih menjadi atlet, prestasi Fanny memang tidak sementereng duo andalan Jawa Timur (Jatim), yakni Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa. Fanny pernah tercatat membela Jatim di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 dan 2012.

Setelah itu ia memutuskan untuk gantung panah. Fanny fokus menjadi pelatih. “Sebenarnya saya sudah melatih sejak 2006. Mulai dari melatih anak-anak yang baru belajar hingga yang sudah bisa,” aku Fany kepada JawaPos.com.

Sebagai pelatih muda, Fanny ternyata cukup sukses memoles atlet-atlet lokal Surabaya menjadi bintang panahan Indonesia, bahkan dunia. Salah satu polesannya yang paling sukses adalah Diananda Choirunisa.

Nisa, sapaan akrabnya, menjadi salah stau atlet panahan andalan Indonesia saat ini. Prestasinya sudah mendunia. Ia terakhir kali mempersembahkan medali perak untuk Indonesia di Asian Games 2018 kemarin.

Selain Nisa, atlet polesan Fanny yang berhasil menembus skuad Indonesia adalah Yoke Rizaldi Akbar dan Bonita Yurike Nina. “Selain itu banyak juga atlet-atlet level Jawa Timur yang pernah saya latih,”akunya.

Di sela-sela profesinya sebagai pelatih, Fanny membuka toko peralatan panahan dengan nama FAST (Fanny Anak Sukses Terbaik). Toko peralatan ini menjadi salah satu yang terlengkap di Kota Surabaya.

Mulai 2017, FAST mengepakkan sayap sebagai sebuah klub panahan. Ia menggaet rekan-rekannya semasa menjadi atlet, guna menjadi pelatih di klubnya. Sekarang FAST sudah memiliki 15 cabang di Jatim, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Sekarang saya sudah tidak turun di semua bidang kepelatihan. Saya hanya memantau. Mentor sekaligus owner. Pelatih-pelatih di FAST juga saya berangkatkan ke Korea Selatan untuk menambah portofolio,” imbuh Fanny.

Saat ditanya soal misinya untuk FAST di 2019, Fanny tidak berharap muluk. Ia hanya ingin FAST semakin berkembang dan membuka cabang baru di daerah lain. Ia juga berencana memberangkatkan pelatih-pelatih FAST untuk menambah ilmu di Korea Selatan.

“Saya harus bisa membagi manfaat, rezeki dan semuanya yang bisa saya bagikan. Jadi kalau sukses ya jangan sendirian, tetapi bersama-sama,” tutup Fanny.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Muhammad Syafaruddin