Mekanisme Ruwet, Eko Yuli Makin Bingung Soal Bonus Rumah

JawaPos.com – Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan bingung soal pemberian bonus rumah yang dijanjikan oleh pemerintah. Menurutnya, sejauh ini mekanisme pemberian bonus tersebut masih belum menemui titik terang.

Seperti diketahui, sebelum berlangsungnya Asian Games 2018, pemerintah menjanjikan bonus satu unit rumah kepada atletnya yang berhasil meraih medali emas. Selain itu, bonus juga diberikan dalam bentuk uang Rp 1,5 miliar serta status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Eko Yuli yang berhasil memenuhi misi tersebut sudah mendapatkan uang dan ikut dalam prosedur pengangkatan PNS. Tapi kalau soal rumah, atlet asal Lampung ini mengaku masih bingung soal kejelasannya.

“Setelah Asian Games, masih bingung antara rumah dibangunkan apa bagaimana. Sekarang baru dapat kabar rumah tidak bisa dibangun di atas tanah milik atlet,” ujar Eko saat dihubungi, Sabtu (16/2).

Eko Yuli pun mengaku baru mengetahui perihal mekanisme pemberian rumah yang harus berasal dari tanah pemerintahan daerah. Padahal, para atlet telah menyediakan tanah masing-masing dari uang tunai RP 1,5 miliar yang didapatkan.

“Ternyata tanahnya tanah hibah dari masing-masing daerah. Tidak tahu mekanisme bagaimana, tapi rata-rata atlet pasti punyanya tanah pribadi. Hadiah 1,5 miliar rata-rata dibelikan tanah,” sambungnya.

“Sekarang kalau daerah suruh siapkan tanah dan PUPR membangun, sama saja kami diberi hadiah rumah. Jadi lebih baik belikan saja rumah (jadi),” tutup Eko.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Isa Bustomi