Pemerintah Harus Segera Bikin Regulasi Baku e-Sports

JawaPos.com – CEO tim e-Sports Rex Regum Qeon (RRQ) Adrian Pauline menegaskan bahwa pemerintah harus secepatnya berembuk dengan para pelaku e-Sports untuk membentuk regulasi baku olahraga digital tersebut di Indonesia. Hal ini dianggap perlu supaya pelaksanaan e-Sports punya aturan yang jelas.

“Ini kan olahraga baru, jadi sudah ada wacana kita duduk bareng. Tetapi memang nggak gampang karena harus mempertemukan semua pemilik tim e-Sports, pemangku kepentingan, dan stake holder,” ungkapnya, Selasa (26/2).

Adrian menambahkan bahwa diskusi tersebut tidak boleh hanya melibatkan tim dari Jakarta saja. Dia mengaku alangkah baiknya jika pembentukan regulasi juga turut mengundang tim e-Sports dari daerah. Hal tersebut dilakukan supaya bisa menghasilkan regulasi yang objektif bagi seluruh tim.

“Jadi aturan mainnya seperti apa harus segera disusun. Apakah nanti ada saksi jika pemain saya pindah ke tim lain, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut Adrian, pembentukan regulasi dapat dipermudah jika pemerintah mau mengadopsi regulasi e-Sports di negara-negara lain yang sudah lebih dulu menerapkannya. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu lagi membuat regulasi baru.

“Seperti di Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Utara, dan Eropa itu sudah ada. Tinggal kita adopsi mana yang mau diambil dan tidak,” tuturnya.

Untuk diketahui, induk organisasi e-Sports dunia IeSF telah mengatur sejumlah regulasi mengenai olahraga tersebut. Beberapa hal penting yang diatur didalamnya di antara lain adalah mengenai seragam tim, sponsor, pemberian skor, pemberian protes, dan anti doping.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Bintang Rahmat