Peraih Medali Perak di Rio 2016 Ini Dipastikan Absen di Tokyo 2020

JawaPos.com – Lifter putri Indonesia Sri Wahyuni dipastikan dicoret dari skuad Olimpiade Tokyo 2020. Lifter kelas 49 kg ini tidak akan berpartisipasi di Olimpiade karena sedang hamil. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) pun harus mencari penggantinya.

Untuk diketahui, Yuni dikabarkan tengah mengandung anak pertamanya setelah pernikahannya pada 6 Desember 2018 lalu. Lantaran sedang berbadan dua, Yuni tentunya tidak mungkin menjalani latihan keras.

“Sudah out. Sudah hamil. Nggak bisa kita paksakan untuk turun di kualifikasi Olimpiade. Jadi demi alasan kemanusiaan, jangan dipaksakan,” kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PB PABBSI Alamsyah saat dihubungi, Senin (4/2).

Hilangnya Yuni, yang notabene merupakan peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, diakui Alamsyah membuat PABBSI harus memutar otak mengingat waktu kualifikasi Olimpiade 2020 yang sudah tinggal dua bulan lagi.

“Kita harus cari replacement mau tidak mau. Itu sudah pasti. Karena pesaing di kelas Yuni ini berbahaya,” tutup Alamsyah.

Yuni sendiri menjadi pembuka medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Atlet 24 tahun tersebut berhasil meraih medali perak dengan total angkatan 192 kilogram dengan rincian 85 kg snatch dan 107 kg celan and jerk.

Tren positif kembali ditunjukan Yuni pada Asian Games 2018. Dia kembali mendapatkan medali perak setelah berhasil meraih total angkatan 195 kilogram dengan rincian 88 kg snatch dan 107 kg clean dan jerk

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi