Ramon Setiyono, Atlet Baseball yang Mencintai Dunia Pendidikan

JawaPos.com – Berkiprah dalam dunia olahraga rupanya tak melulu harus mengorbankan pendidikan. Hal ini dibuktikan oleh atlet baseball Indonesia, Ramon Setiyono yang semasa hidupnya juga mengabdikan diri untuk menjadi seorang akademisi.

Ramon merupakan atlet baseball Indonesia yang turut bertanding di Asian Games 2018 lalu. Namanya terpilih sebagai pitcher tim Merah Putih dari provisi Lampung pada tahun 2014 lalu. Meski namanya tak bersinar seperti atlet cabang olahraga populer lainnya, namun prestasinya tak kalah membanggakan. Ia bisa mampu menyeimbangkan prestasi di dunia olarahraga dan dunia pendidikan.

Sejak kecil, anak dari pasangan Durahman dan Suriah ini memang dikenal menyukai olahraga. Tepat tahun 2007, Ramon yang sedang duduk di bangku kuliah bergabung dengan tim baseball kota Semarang. Sembari berkonsentrasi di baseball, Ramon juga berhasil menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Semarang (UNNES). 

Kedua orangtua Ramon rupanya tidak mengetahui anaknya menjalani kuliah sembari menjadi atlet daerah. Kelulusannya dari UNNES di tahun 2009 pun mengagetkan ayah dan ibunya yang berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

“Pada tahun 2009 itu tahu-tahu dia wisuda. Kita kaget kapan kuliah dan gimana bayarnya,” ujar Durahman saat ditemui di rumah duka beberapa waktu lalu.

Tak berkembang di Semarang, Ramon lalu pindah ke Lampung untuk mengasah kemampuan baseball-nya. Keputusannya terbukti tepat. Ia dipanggil untuk bergabung dengan timnas baseball Indonesia pada 2014 setelah lolos seleksi.

Sambil menjalani latihan rutin timnas, Ramon tidak lantas melupakan jenjang pendidikannya. Ia tetap menjalani pendidikan Strata 2-nya yang sudah ia geluti sejak tahun 2012 sembari mempersiapkan diri untuk Asian Games 2018..

“Jadi pada tahun 2014 itu dia sedang tesis tapi sambil ikut seleksi timnas. Alhamdulillah lolos. Makannya kuliahnya molor dan 2015 baru lulus,” kata Durahman lagi.

Lulus dan mendapatkan gelar Master, kebahagiaan Ramon tahun itu makin disempurnakan dengan pencapaian apik di Kejuaraan Baseball Asia divisi timur yang diselenggarakan di Jakarta pada 3-8 Mei 2015.

“Alhamdulillah medali perak saat itu. Kemudian lanjut main ke Asian Games 2018, tapi tidak berhasil dapat medali meski sudah berusaha,” imbuh Durahman.

Sayang, tak lama setelah multi-event tersebut berakhir, Ramon jatuh sakit. Ia divonis mengidap gagal ginjal. Tanggal 19 Februari 2019 kemarin, Ramon berpulang ke sisi Sang Khalik.

Tepat di hari kepergiannya itu, Ramon mendapatkan Surat Keputusan (SK) menjadi dosen tetap di Universitas Ngudi Waluyo (UNW). Ia diangkat sebagai dosen bidang studi olahraga.

“Sayang dia dipanggil lebih dahulu. SK keluar pada 26 Februari,” tutup Durahman.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi