Rela Transit ke Malaysia, 3 Pemanjat Tebing Ini Bersinar di Kejurnas

JawaPos.com – Tiga atlet panjat tebing putra asal Jawa Timur sukses memborong medali di Kejuaraan Nasional Panjat Tebing seri World Speed Record di Medan, Sumatera Utara, Minggu (3/2). Mereka menempati peringkat pertama hingga ketiga pada nomor perorangan putra.

Sejak babak kualifikasi, ketiga atlet Jawa Timur yang terdiri dari M. Sukron, Rindi Supriyanto, dan Abudzar Yulianto memang mendominasi. Bahkan sampai kelas final, mereka berhasil melewati, atlet-atlet lainnya termasuk atlet dari Polri dan TNI.

Sukron berada di posisi teratas dengan catatan waktu 6,646 detik, disusul oleh Rindi dengan catatan waktu 6,746 detik, dan Abudzar dengan torehan waktu 6,365 detik. Untuk diketahui, Abudzar dan Rindi adalah peraih medali emas pada Asian Games pada 2018 lalu, sementara Sukron adalah junior mereka di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur.

“Saya cukup senang bisa bertanding dengan senior-senior saya di Jatim dan menjadi juaranya,” ujar Sukron usai bertanding.

Rindi pun mengapresiasi kemenangan juniornya tersebut. Buatnya, kejuaraan ini menjadi tolok ukur kemampuan untuk ajang yang lebih tinggi lagi.

“Ini memang jadi agenda try out kami dari Jawa Timur. Untuk mengukur seberapa kuat tim kami dalam kompetisi. Alhamdulillah kami semua bisa mendapat juara,” ujarnya.

Abudzar yang berada di peringkat ketiga pun ikut senang Jawa Timur bisa memborong medali. “Lawan-lawannya sangat excited, punya motivasi yang sangat besar. Alhamdulillah hari ini rezeki Jatim bisa dapat juara,” ujar atlet berusia 37 tahun itu.

Abudzar menceritakan, keseruan mengikuti Kejurnas ini juga dibumbui dengan perjalanan panjang mereka yang harus transit ke Malaysia terlebih dahulu agar mendapat tiket yang lebih murah.

“Iya, kami pakai transit (Dari Surabaya ke Malaysia, Red). Jadi keseruannya di situ juga. Harus transit biar dapat tiket murah. Baru terbang ke Medan,” tandasnya.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : prayugo utomo