Sempat Dilarang jadi Atlet e-Sports, Ferrisen Siap Buktikan Pilihannya

JawaPos.com – Memilih menjadi atlet e-Sports sebagai pilihan hidup memang belum menjadi hal lumrah di Indonesia. Penolakan dan tentangan dari orang-orang terdekat pun jadi hal yang biasa dialami para atlet e-Sports, termasuk Ferrisen Owen.

Atlet berusia 18 tahun yang tergabung dalam tim profesional XCN ini menceritakan bahwa layaknya kebanyakan anak-anak muda lain yang memilih berkarya di e-Sports, ia mendapat protes dari kedua orang tuanya.

“Awalnya orang tua nggak setuju. Mereka bilang, main game apa yang bisa menghasilkan uang?” kenang Ferrisen, Selasa (12/2).

Meski demikian, Ferrisen bisa memaklumi penolakan tersebut. Menurutnya, adalah hal yang sangat wajar jika orang tua susah menerima fakta bahwa bermain game adalah salah satu mata pencaharian di era sekarang. Pasalnya, e-Sports belum ada di era orangtuanya. Main game pun tidak lebih dari sekadar cara untuk melepas penat dan bersenang-senang di tengah rutinitas. 

Ferrisen pun terus mencoba meyakinkan kedua orang tuanya bahwa game bisa terus menghidupinya di masa depan. Berbekal keteguhan hatinya, Ferrisen terus meyakinkan kedua orang tuanya.

Beruntung, Ferrisen bergabung dengan XCN yang memang merupakan tim yang dibentuk bukan untuk sekadar hura-hura. Untuk meyakinkan kedua orang tuanya, Ferrisen pun mempertemukan ayah dan ibunya dengan manajer XCN.

“Awal-awal masih ada penolakan, tapi ujungnya diizinkan saat (orang tua, Red) ngomong dengan manajer,” ungkap Ferrisen.

Sukses mendapatkan restu dari orang tua, Ferrisen kini tinggal menunjukkan bahwa bermain game di zaman sekarang bukan hanya sekadar main-main belaka, tapi juga bisa mendatangkan rupiah. 

“Saya akan buktikan,” katanya mantap.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Bintang Rahmat