Ski Air DKI Jakarta Kejar Pemulihan Performa

JawaPos.com – Musim 2017 dan 2018 menjadi periode berat bagi tim ski air dan wakeboard DKI Jakarta. Minimnya kucuran anggaran mengakibatkan performa atlet anjlok drastis. Kini, mereka tengah mengejar pemulihan performa menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Jadwal latihan skuad pemusatan latihan daerah (pelatda) berangsur pulih sejak Januari kemarin. Kondisi itu sangat kontras dibanding dua tahun sebelumnya di mana mereka mengalami kendala anggaran pembinaan.

Dengan dana pas-pasan, mereka harus pintar-pintar menekan biaya pengeluaran. Salah satunya dengan memangkas agenda latihan. Namun, dengan penurunan intensitas latihan justru berdampak buruk pada performa atlet. Teknik dan fisik atlet anjlok.

Pelatih ski air DKI Jakarta, Uzizatun Maslikah memaklumi penurunan performa anak asuhnya. Dia mengibaratkan carut-marut petinggi KONI dan Dispora DKI Jakarta pada dua tahun lalu telah membuat tim tertidur. Namun, sejak 2019 alur program latihan berlahan membaik.

“Seiring anggaran pembinaan kembali ke KONI, kami sudah bangun dari tidur panjang sejak awal tahun,” ujar Uzizatun, Kamis (21/2).

Azizatun menuturkan teknik dan fisik menjadi dua skema mengembalikan performa. Proses penggemblengan fisik dan teknik akan diterapkan hingga Maret mendatang. Namun demikian, dua unsur itu akan tetap terbawa ketika tim sudah memasuki persiapan khusus.

Apalagi mereka tengah dikejar waktu, mengingat, pelaksanaan babak kualifikasi PON XX Papua akan berlansung pada bulan Desember. “Desember bukan waktu yang panjang bagi kami. Makanya, kami harus mengejar pengembalian secepat mungkin,” ungkap Azizatun.

Salah satu atlet slalom, Rangga Maulana mengutarakan penampilannya baru mencapai 10 persen dari performa terbaiknya. Perbaikan dilakukan mulai dari perbaikan bodi posisi, keuletan pegangan tali, dan kecepatan. Dia mengakui bahwa permasalahan dua tahun lalu memunculkan penurunan teknis.

Di sisi lain, pemulihan performa tak bisa dilakukan dengan waktu cepat. Perlu adanya tahapan panjang. “Kita harus memaksimalkan tahapan demi tahapan. Kalau bisa pertengahan ikut event untuk mengukur hasil perbaikan performa selama latihan,” katanya.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Achmad Nasrudin Yahya