Soal Pembatasan Konten PUBG, IeSPA Sebut Sudah Diatur

JawaPos.com – Polemik rencana mengharamkan game PlayerUnknown’s BattleGrounds (PUBG) surut setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) urung memberikan fatwa. Sebagai pengganti, MUI memberikan beberapa catatan tambahan agar game yang memiliki unsur kekerasan sebaiknya diberikan batasan usia agar tepat sasaran.

Terkait hal ini, IeSPA (Asosiasi e-Sports Indonesia, Red) turut berkomentar. Mereka menuturkan bahwa batasan usia di dalam game sebetulnya sudah diberikan oleh pengembang game tersebut lewat rating usia. Usia atlet-atlet e-Sports pun sebetulnya sudah tidak ada yang di bawah 16 tahun.

“Batasan usia disesuaikan dengan rating game saja. Saya kira tidak ada masalah. Ini berlaku juga untuk atlet cabang e-Sports lainnya. Lazimnya, atlet e-Sports itu berumur 16-24 tahun,” tutur Sekjena IeSPA Prana Adisapoetra, Rabu (27/3).

Menurut Prana, rating pada game secara tidak langsung sudah bisa mengatur pasar game yang beredar. Artinya, pemain game yang belum mencapai umur tertentu. Dengan harus bermain sesuai dengan rating usia yang tertera di game itu, alhasil pemain game yang mengandung konten kekerasan dengan sendirinya bisa tersaring. 

Aturan ini pun sebenarnya sudah diujicoba pada ajang Asian Games 2018 kemarin saat e-Sports dipertandingkan sebagai ajang eksibisi. Dengan demikian, menurut Prana, sudah tidak ada masalah lagi soal konten dan batasan usia.

“Saat Esports Asian games kemarin, usia minimal adalah 16 tahun. Itu kajian oleh Asia Esports Federation (AESF) dan juga pihak-pihak terkait. IeSPA sebagai member dari AESF mengikuti guideline mereka,” imbuhnya

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Bintang Rahmat