Squash DKI Ajukan Calon Penghuni Pelatda

JawaPos.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) DKI Jakarta perlahan mulai mempersiapkan diri menuju Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Sejumlah nama telah diusulkan untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) skuad pemusatan latihan daerah (pelatda).

Dalam pengajuan nama itu dikirimkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta. Dalam pengajuan itu terdapat dua kategori. Yakni atlet penghuni lapis pertama dan lapis kedua. Untuk lapis pertama diisi oleh 6 putra dan 6 putri. Sedangkan lapis kedua dihuni 3 putra dan 3 putri.

Pelatih squash DKI, Joni Supardi memperkirakan SK skuad pelatda baru akan keluar pada April mendatang. Sembari menunggu SK ditandatangni KONI, Joni tetap menggelar latihan terhadap atlet calon penghuni skuad pelatda. Mereka tetap digembleng guna memaksimalkan fase persiapan umum.

“Tetap latihan, baik teknik maupun fisik,” ujar Joni, Sabtu (23/2).

Joni menuturkan ketika SK turun, intensitas latihan akan lebih terarah. Sebab, dengan adanya SK menandakan atlet penghuni skuad pelatda sudah pasti. Kendati demikian, bukan berarti nama yang keluar telah dipatenkan. Melainkan tetap berpangku pada sistem promosi-degradasi.

Dia mengatakan sistem promosi-degradasi akan berlangsung setiap tiga bulan. Mereka sudah dalam tahapan pengawasan tim pelatih untuk memantau perkembangan teknik dan fisik. Sistem promosi-degradasi akan berlangsung hingga satu tahun menjelang pelaksanaan pesta multievent empat tahunan dalam negeri.

“Sepanjang itu, setiap atlet lapis pertama dan kedua berpeluang untuk mengikuti persaingan. Yang lapis pertama mempertahankan tempat, sedangkan lapis kedua berusaha menyodok yang di atasnya,” teranh Joni.

Sementara itu, pelatih lapis kedua, Gettra Rindiano menuturkan lapis kedua memiliki prospek besar untuk menyodok seniornya yang menghiasi lapis pertama. Hanya saja, saat ini masih diperlukan latihan ekstra. Mengingat, mereka rata-rata atlet berusia di bawah 15 tahun. Kendati masih belia, tak menutup kemungkian atlet junior bisa mengisi lapis pertama.

Gettra mengatakan, sesi latihan disamaratakan dengan senior. Mereka menjalani enam sesi latihan dalam sepekan. Intensitas yang sama diterapkan guna menambah kualitas atlet level junior. Menurutnya, atlet junior sudah mendapatkan chemistry terhadap squash.

“Mereka sudah cinta dengan squash, artinya ini bibit kami. Mereka memang dipersiapkan untuk jangka panjang,” jelas Gettra.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : Achmad Nasrudin Yahya