Squash DKI akan Perbanyak Kejurda

JawaPos.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) DKI Jakarta berencana memperbanyak jumlah kejurda sebagai bentuk pembinaan baru di 2019. Ketua Umum Pengprov PSI DKI Jakarta Amalia Chrisna Damayanti menuturkan bahwa nantinya kejurda akan diadakan setiap tiga bulan sekali.

“Kejurda pertama dimulai tanggal 3-7 April. Ini merupakan cara untuk pemetaan kekuatan atlet,” ujar Amalia.

Amalia menjelaskan, kejurda dibagi dalam tiga divisi. Divisi 3 untuk pemain pemula dari semua umur, divisi 2 untuk pemain level intermediate, dan divisi 1 merupakan atlet-atlet terbaik di ibukota. 

Sementara itu, atlet squash putri DKI Jakarta Catur Yuliana mengapresiasi penerapan kejurda sebagai bentuk pembinaan prestasi tahun ini. Ia menilai, kejurda rutin sangat diperlukan karena minimnya jadwal turnamen squash internasional.

Untuk diketahui, Catur merupakan salah satu atlet squash andalan Indonesia. Ia pernah menyabet medali emas di Hongkong Terbuka 2014, menyusul medali perak SEA Games 2015. Ia juga ikut berpartisipasi di Asian Games 2018 di nomor individu putri, namun gugur di babak 16 besar.

Menurut Catur, dengan banyaknya kejurda, PSI juga akan lebih mudah memantau pemain-pemain potensial di masa depan, khususnya untuk sektor putri. Pasalnya, para atlet putri squash yang ada saat ini punya kesenjangan usia yang jomplang.

Gap usia terlalu jauh di putri. Ada pemain muda umur 13 tahun yang terpaksa harus turun di nomor senior putri karena krisis pemain. Mudah-mudahan kejurda rutin ini akan melahirkan bibit-bibit baru,” ujar Catur.