Tunjangan Olimpian Mandek, Menpora Sebut Dasar Hukum Belum Kuat

JawaPos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membenarkan bahwa dana jaminan hari tua alias tunjangan untuk para olimpian berprestasi saat ini sedang mandek. Imam menyebutkan, pengucuran dana tersebut terpaksa dihentikan karena belum ada dasar hukum yang kuat.

Imam memaparkan, aturan soal kucuran dana yang pernah berjalan selama satu tahun terhitung Mei 2016 itu hanya tertuang pada Peraturan Menteri.

Dalam aturan tersebut, dikatakan bahwa setiap olimpian berprestasi akan mendapat tunjangan sesuai raihan prestasi di Olimpiade. Peraih medali emas mendapat tunjangan Rp 20 juta per bulan, perak Rp 15 juta per bulan, dan perunggu Rp 10 juta per bulan seumur hidup. 

Namun, pengucuran dana ini kemudian distop tahun 2017. Menyoal hal ini, Imam mengatakan bahwa aturan yang hanya berdasarkan Peraturan Menteri itu harus dikokohkan lagi.

“Regulasinya harus diperkuat. Tidak bisa hanya dalam bentuk Peraturan Menteri. Harus ditingkatkan jadi Peraturan Pemerintah,” ujar Imam di gedung Kemenpora, Selasa (2/4).

Menurut Imam, hal ini perlu dilakukan karena uang tunjangan tersebut merupakan bagian dari uang negara yang harus dikelola dengan baik. “Ini soal keuangan negara yang harus diselesaikan dengan regulasi yang lebih tinggi. Ke depan harus dinaikkan lagi regulasinya sehigga lebih kuat dan mengikat,” tutupnya.