Ubah Target Emas Dalam Nomor Mobile Legend, CEO RRQ Kecewa

JawaPos.com – CEO tim eSport RRQ, Andrian Pauline sangat menyayangkan keputusan Ketua IeSPA (Indonesia eSport Association), Edy Lim yang merevisi target medali untuk nomor Mobile Legend. Padahal menurutnya Indonesia berpeluang meraih medali emas dalam nomor itu.

Sebelumnya Edy menargetkan meraih medali emas dalam Kompetisi SEA Games 2019 untuk nomor Mobile Legend. Namun karena berbagai pertimbangan, dia akhirnya merevisi target tersebut.

Edy menilai untuk nomor Mobile Legend, Indonesia masih sulit meraih target emas. Sebab dalam game tersebut, Indonesia dinilai masih kalah kualitas melawan tim eSport tuan rumah, Filipina.

“Kalau saya sih masih optimistis emas dengan animo dan kompetisi sekarang. Emas masih mungkin, tinggal persiapannya saja bagaimana,” jelasnya.

Andrian tidak menampik bahwa tim tuan rumah memiliki kans lebih besar dalam meraih kemenangan. Namun, bukan berarti Indonesia dapat dengan mudah dikalahkan oleh mereka.

“Mungkin kalau sekarang sekitar 55 banding 45, mereka lebih diunggulin. Tapi bukan berarti tak mungkin. Lihat juga jangka waktunya. Kalau sekarang tanding mereka 55% pasti bisa menang. Namun, SEA Games itu diadakan baru akhir tahun. Jadi kita harus tahu kelemahan kita apa,” tuturnya.

Menurutnya saat ini kekuatan Indonesia dan Filipina dalam game Mobile Legend hampir seimbang. Jadi bukan hal mustahil Indonesia meraih emas dalam game tersebut. Terlebih lagi jika para pemain Indonesia melakukan persiapan yang matang sebelum SEA Games berlangsung.

Rasa optimistis yang dilontarkannya dibuktikan saat Kompetisi Mobile Legend: Bang Bang South East Asian Cup 2018 (MSC 2018) berlangsung. Ketika itu Indonesia bisa membungkam seluruh negara Asia Tenggara, kecuali Filipina.

“Kita kemarin pas MSC ketemu Filipina memang kalah, tapi lawan negara lain menang. Cuman Filipina saja. Ini jadi pembelajaran buat kita. Kalau SEA Games harus lebih matang persiapan. Kan bawa nama negara juga,” tuturnya.

“Ya Bisa lah kita dan yakin. Gak segitu jauh perbedaannya. Beda jika kita bermain di game lain, dimana kalau kita lihat latihan setahun juga gak mungkin,” tutupnya.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Bintang Rahmat