Yang Tidak Terlupakan di Panggung Olahraga Nasional Tahun 2018

JawaPos.com – Tahun 2018 merupakan tahunnya olahraga. Berbagai ajang besar dan menarik dari skala internasional seperti Piala Dunia 2018 hingga event yang melibatkan Indonesia seperti Asian Games 2018 sukses menghibur para penikmat olahraga sepanjang tahun ini.

Akan segera berakhir dalam hitungan tiga hari ke depan, ada begitu banyak rentetan momen menarik yang mungkin akan terus abadi dalam kenangan. Berikut adalah tujuh momen olahraga paling menggemparkan versi JawaPos.com di panggung olahraga nasional selama tahun 2018:

1. Jonatan Christie Bikin Netizen Perempuan ‘Hamil Online’

 

Nama Jonatan Christie bukanlah nama asing bagi para pecinta bulu tangkis. Namun, kiprah Jojo mulai dilirik khalayak luas setelah pencapaiannya di Asian Games 2018. Di luar dugaan, Jojo sukses menyabet medali emas Asian Games 2018 usai mengalahkan wakil Taiwan Chou Tien Chen dengan skor 21-18,22-20 dan 21-15.

Namun, yang justru melekat di otak bukanlah permainan Jojo selama berjuang di Asian Games 2018. Selebrasi Jojo lah yang membuat namanya semakin populer, khususnya di kalangan kaum Hawa.

Setelah sukses mengeksekusi championship point, Jojo yang diliputi euforia yang membuncah langsung membuka baju dan memperlihatkan tubuhnya yang penuh otot. Tak pelak, aksi ini langsung membuat para penonton di Istora Senayan maupun netizen wanita di jagat maya bereaksi.

Begitu terpesonanya mereka dengan tubuh Jojo, para warganet dari seluruh penjuru media sosial langsung mengelu-elukan Jojo. Beragam istilah nyeleneh yang menjurus ke arah seksual seperti “rahim anget” dan “hamil online” mendadak menjadi kosakata baru.

Sayang, pencapaian Jojo setelah menjuarai Asian Games 2018 kembali merosot. Ia masih belum berhasil membawa pulang gelar dari turnamen BWF World Tour 2018.

2. Drama Kram Kaki Anthony Sinisuka Ginting di Asian Games 2018

Anthony Sinisuka Ginting juga bukanlah pebulu tangkis yang punya nama populer di luar pecinta bulu tangkis. Namun, namanya mendadak meledak setelah peristiwa mengharukan di partai final beregu putra Asian Games 2018.

Ginting membuat warga Indonesia tergerak setelah tiba-tiba mengalami kram kaki di tengah pertandingan melawan wakil Tiongkok Shi Yuqi. Meski tahu tidak bisa meneruskan pertandingan, Ginting tidak mau menyerah. Ia tetap meladeni permainan lawan dengan langkah berat dan pincang.

Pebulu tangkis binaan klub SGS PLN Bandung itu akhirnya tidak kuasa lagi melanjutkan pertandingan. Ia menyerah saat skor menunjukkan angka 21-14, 21-23, dan dan 20-21.Terkapar di pinggir lapangan, penonton semakin dibikin haru dengan aksi sportif Yuqi yang datang menghampirinya lalu menyalaminya saat masih terbaring.

Ribuan netizen pun langsung menyampaikan ucapan semangat kepada Ginting di media sosial. Presiden RI Joko Widodo yang turut hadir menyaksikan jalannya pertandingan pun ikut menemui Ginting di ruang medis.

Kekecewaah Ginting akhirnya terobati di Tiongkok Terbuka 2018 yang bergulir sebulan setelah Asian Games 2018. Ginting sukses menjuarai turnamen level super 1.000 itu usai membabat semua pemain top dunia dari babak pertama hingga final, yakni Lin Dan, Viktor Axelsen, Chen Long, Chou Tien Chen, dan Kento Momota di partai puncak.

3. Sembilan Gelar The Minions

Tidak lengkap membahas kiprah membanggakan bulu tangkis Indonesia tanpa menyebutkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pasangan berjuluk The Minions ini kembali tampil impresif dengan mengantongi sembilan gelar juara di tahun 2018.

Disebut sebagai pasangan ganda putra paling konsisten di dunia saat ini, Kevin/Marcus memang bisa mempertanggungjawabkan predikat tersebut. Mereka berhasil menggondol gelar juara All England mereka yang kedua, berikut Asian Games 2018. Meski tidak berhasil membawa pulang gelar di Kejuaraan Dunia 2018 dan World Tour Finals 2018, kehebatan mereka di sepanjang tahun sama sekali tidak disangsikan.

Bicara soal The Minions pun tentu tidak akan seru tanpa membahas ketengilan yang mereka lakukan di lapangan. Selain dikenal sebagai pasangan yang cepat dan kuat, Kevin/Marcus juga terkenal dengan aksi menghibur mereka dalam memprovokasi lawan, khususnya Kevin.

Salah satu kejadian paling kontroversial adalah drama pertandingan mereka melawan pasangan Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding di Indonesia Terbuka 2018. Saat itu, Kevin mengacungkan jempol kebawah ke arah Duo Mads setelah keduanya meminta challenge terlambat yang dikabulkan oleh wasit. Keduanya pun juga memprotes keputusan wasit, bahkan nyaris diberikan kartu hitam.

 4. Kontroversi Pernikahan Lindswell Kwok

 

Awal bulan Desember 2018, publik mendapat kabar yang cukup mengejutkan dari mantan atlet wushu putri Indonesia Lindswell Kwok. Dikenal sebagai salah satu atlet berprestasi Indonesia yang jauh dari gosip, Lindswell yang tidak terdengar kabarnya setelah menjuarai Asian Games 2018 mendadak muncul dengan tampilan baru: ia sudah mengenakan hijab.

Lindswell menjadi mualaf bukannya tanpa sebab. Langkah besar yang diambilnya tersebut ternyata merupakan bagian dari proses pernikahan yang dilakukannya bersama sang kekasih yang juga atlet wushu, Achmad Hulaefi.

Melanggengkan pernikahan pada tanggal 9 Desember, fakta menarik lainnya terungkap. Lindswell ternyata tidak mengundang keluarganya sama sekali di hari bahagianya itu. Hal ini akhirnya dibenarkan oleh sang kakak, Iwan Kwok.

Iwan akhirnya buka suara bahwa pernikahan adiknya yang merupakan peraih lima gelar juara dunia itu belum mendapatkan restu dari keluarga. Tak hanya itu, Iwan dan keluarga Lindswell yang lain bahkan tidak mengetahui jalinan asmaranya bersama Hulaefi yang ternyata sudah berlangsung selama kurang lebih dua tahun belakangan.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Lindswell tetaplah atlet jempolan yang harus diakui sumbangsihnya untuk Indonesia. Perempuan asal Medan, Sumatera Utara berwajah cantik itu juga sudah memutuskan pensiun dari panggung olahraga yang membesarkan namanya usai meraih medali emas Asian Games 2018 kemarin.

5. Munculnya Lalu Muhammad Zohri di Radar Atletik Dunia

Hampir tidak ada khalayak umum yang sadar dengan keberadaan Lalu Muhammad Zohri sebelum pertengahan bulan Juli 2018 lalu. Nama Zohri mendadak meroket setelah tiba-tiba mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara dunia nomor lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang diselenggarakan di Tamperer, Finlandia. 

Pelari asal Lombok berusia 18 tahun itu sukses mengibarkan Merah Putih di tiang tertinggi setelah finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Angka ini mengalahkan catatan waktu dua pesaing asal Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Kedua atlet Negeri Paman Sam itu finis dengan catatan waktu 10,22 detik.

Hasil ini pun membuat Zohri ramai dibicarakan publik. Namanya kian bersinar setelah berhasil menyumbang medali perak di Asian Games 2018 di nomor lari estafet 4×100 meter bersama Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. Mereka finis dengan catatan waktu 38.77 detik.

6. Hanifan Memeluk Jokowi dan Prabowo

Pencak silat Indonesia berjaya di Asian Games 2018. Tak tanggung-tanggung, Merah Putih menyikat 14 medali emas dari total 16 medali emas yang diperebutkan. Salah satu medali disumbang oleh pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah.

Mengalungkan medali emas dari kelas C 55-60 kg, Hanifan melakukan sebuah adegan yang tidak terduga. Ia memeluk Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang notabene sedang bersaing di bursa Pilpres 2019 mendatang.

Pemandangan ini terlihat setelah Hanifan mendapatkan medali emas. Dengan bendera Indonesia di punggungnya, Hanifan kala itu menyalami Jokowi dan Prabowo yang sedang duduk bersebelahan. Awalnya, Hanifan cuma menyalami mereka satu per satu.

Tak disangka, Hanifan lalu merangkul Jokowi dan Prabowo secara bersamaan, lalu memeluk keduanya. Jokowi dan Prabowo pun akhirnya saling memeluk satu sama lain.

Para penonton yang memenuhi Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah pun tidak kuasa menahan gejolak emosi. Mereka bersorak, bertepuk tangan, dan ramai-ramai mengabadikan momen itu dengan ponsel mereka.

7. Miftahul Janah Banting Setir jadi Atlet Catur Demi Tetap Bisa Berhijab

Tak bisa dipungkiri bahwa Asian Para Games 2018 punya daya tarik sendiri ketimbang Asian Games 2018. Menyaksikan para atlet difabel Tanah Air beraksi demi mengharumkan nama bangsa di rumah sendiri adalah pemandangan langka yang belum tentu bisa terulang dalam beberapa tahun ke depan.

Selain menyuguhkan sederet pertandingan yang menyentuh hati, event khusus para penyandang disabilitas ini juga tidak lepas dari drama yang menjadi bumbu pagelaran tersebut. Atlet blind judo putri Miftahul Jannah adalah salah satunya. 

Sebagai atlet yang sudah menekuni judo cukup lama, Miftah membuat sebuah keputusan besar dalam karirnya, yakni memutuskan banting setir ke olahraga catur. Penyebabnya cukup membuat hati terenyuh: demi tetap bisa mengenakan hijab.

Keputusan ini dibuat Miftah setelah ia dilarang bertanding di Asian Para Games 2018. Waktu itu, Miftah diminta oleh wasit untuk membuka hijabnya. Permintaan wasit pun tentunya tidak mengarah ke pelecehan rasial karena dalam aturan tertulis, para peserta blind judo yang berhijab memang harus membuka hijab mereka saat bertanding demi keselamatan diri mereka sendiri.

Toh, Miftah tetap keukeuh mempertahankan prinsipnya sebagai seorang muslimah yang taat. Ia memilih mundur ketimbang harus mengkhianati keyakinannya.

Yang menarik, Miftah tidak serta merta pensiun menjadi atlet. Ia memutuskan menjadi atlet catur, yang notabene merupakan salah satu olahraga favoritnya sejak kecil. Dengan bermain catur, Miftah pun tetap bisa menjalani karir dan dedikasinya sebagai seorang atlet Tanah Air tanpa harus melepas hijabnya.

Editor      : Banu Adikara
Reporter : (isa/JPC)